Kalahkan Chelsea Lewat Babak Adu Penalti Liverpool Sukses Juarai EFL Cup

Kalahkan Chelsea Lewat Babak Adu Penalti Liverpool Sukses Juarai EFL Cup

Tak ada gol sepanjang 120 menit final EFL Cup sebabkan pertandingan Chelsea versi Liverpool ini harus disudahi dengan beradu penalti. Pada babak beradu nasib ini lima pemain dari ke-2  tim sukses merampungkan pekerjaannya maka dari itu metode sudden-death diperlakukan.

Lima pemain selanjutnya sama sukses mengerjakan pekerjaannya hingga sampai penjaga gawang Caoimhin Kelleher sukses melepaskan penalti dan penjaga gawang Kepa Arrizabalaga yang anyar masuk menit 119 tidak berhasil merampungkan tendangannya, sebabkan the Reds merampas piala EFL Cup ini buat ke-9 kalinya sejauh peristiwa! Paling banyak dari seluruh club di Inggris.

Tiga, kemungkinan empat insiden penting memberikan warna pertandingan final yang disesaki 85 ribu pemirsa di Stadion Wembley pada Senin pagi hari (28/2) ini. Kisah yang pertama juga terjadi saat kompetisi belum diawali. Thiago Alcantara menangis dipinggir lapangan. Pemain Spanyol itu selayaknya jadi starter di barisan tengah Liverpool menantang Chelsea.

Tapi dia lantas mengenyam cidera dalam babak pemanasan dan diganti oleh Naby Keita. Camera konsentrasi mengarah muka Thiago sebelumnya kick-off dan nampak penjaga gawang Liverpool Alisson melipur teman segrupnya yang menangis itu.

Pemuja nampak bersimpati buat bekas bintang Bayern Munchen itu, yang sudah banyak menanggung derita soal pinggul dan betis selama musim 2021/22 ini. Thiago sudah mengabaikan 21 kompetisi musim ini dan Juergen Klopp minggu ini mengaku tersedianya soal kesegaran si playmaker.

Tiga kisah yang lain libatkan gol yang dibatalkan. Pertama saat menit 66 di saat gol tandukan Joel Matip ke segi gawang Edouard Mendy yang kosong dikatakan oleh wasit Stuart Attwell jadi didului status offside Virgil Van Dijk.

Tidak berapa lama kemudian gantian Chelsea dikatakan offside saat Timo Werner terima operan terobosan dari Mateo Kovacic, sebelumnya meneruskannya ke Kai Havertz. Dalam menit 98 ekstra time Romelu Lukaku pula mendobrak gawang Caoimhin Kelleher, akan tetapi balik lagi dibatalkan wasit dengan argumen sama: offside.

Realitas kalau Jorginho anyar di turunkan menit 106, kecuali Timo Werner dan Lukaku saat menit 73, mempertunjukkan Tuhel memanglah mengharap pertandingan masuk saat ekstra time dan selanjutnya beradu penalti. Si pemain Italia mengambil alih Kovacic, sementara Lukaku dan Werner isikan status Mason Mount dan Christian Pulisic. Awal kalinya Reece James telah didesak masuk awal mula paruh ke-2  manfaat mengambil alih kapten Cesar Azpilicueta.

Hal sama tidak dapat dijelaskan bab club merah. Harvey Elliott, pemain muda yang juga anyar masuk perincian cadangan berakhir cideranya Thiago, rupanya jadi unggulan mulai sejak menit 80 manfaat mengambil alih Jordan Henderson si kapten. Bertepatan dengan itu James Milner dan Diogo Jota masuk. Milner menggantikan ban kapten saat mengambil alih Naby Keita, sementara Jota masuk buat Sadio Mane.

Pada era ekstra time, dua pemain Liverpool lain masuk. Divock Origi yang dahulu berjasa pada pertandingan-pertandingan Liga Champions masuk buat mengambil alih Luis Diaz, sementara Ibrahima Konate masuk buat mengambil alih Joel Matip.

Keseluruhannya sepanjang 120 menit Reds sedikit agresif ketimbang Blues dengan 54% kepenguasaan bola, melepas 20 uji coba gol berlawan 11 dari the Blues, dan enam gempuran benar arah ke gawang Edouard berlawan empat saja mengarah gawang Kelleher.

Tuhel mengerjakan satu cara penting lain. Penjaga gawang Kepa Arrizabalaga, yang kedua kalinya mengerjakan pengamanan penting beradu penalti menantang Villarreal di Piala Super Eropa, masuk beberapa saat sebelumnya ekstra time habis.

Related Posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments