Gara-Gara Ballon d'Or Ronaldo Murka Kepada Bos France Football

Gara-Gara Ballon d’Or Ronaldo Murka Kepada Bos France Football

Cristiano Ronaldo selanjutnya berani bicara atas claim kepala editor France Football Pascal Ferre kalau dianya sendiri punyai nafsu paling besar buat dapat melalui jumlah Ballon d’Or yang dimenangi Lionel Messi.

Cristiano Ronaldo menilai kepala editor France Football Waktu Ferre atas claim kalau striker Manchester United itu berkata ia mau menjadi pemenang bisa lebih banyak penghargaan Ballon d’Or ketimbang Lionel Messi saat sebelum menggantung sepatu.

Memanglah kepala editor France Football berkata dalam sebuah interview minggu sebelumnya kalau mahabintang Portugal itu berkata padanya perihal kemauannya buat dilantik jadi sepak bola terunggul dunia bisa lebih banyak ketimbang mahabintang Paris Saint-Germain.

Pascal Ferre bercakap, “[Cristiano] Ronaldo cuma punyai satu nafsu serta itu merupakan pensiun dengan bisa lebih banyak Ballon d’Or ketimbang [Lionel] Messi serta  saya mengetahui lantaran ia memberitahu saya.”

Sekarang striker berumur 36 tahun itu menolak atas seluruh claim yang diatasnamakan dianya sendiri, kecuali pula menghalau pikiran kalau dianya sendiri tak mengunjungi upacara Ballon d’Or di Senin lantaran mesti diisolasi gara-gara Covid-19.

Secara panjang lebar, ia menuliskannya di account instagramnya, “Pascal Ferre berkata minggu sebelumnya kalau saya ceritakan padanya kalau hanya satu nafsu saya merupakan merampungkan karier saya dengan bisa lebih banyak Ballon d’Or ketimbang Lionel Messi.”

“Pascal Ferre bohong, ia gunakan nama saya buat mempromokan dianya sendiri serta buat mempromokan pengabaran tempat ia bekerja. Tidak bisa diterima kalau orang yang memikul tanggung jawab buat berikan penghargaan berpamor sesuai itu dapat bohong dengan ini, dengan sangatlah tak menjunjung satu orang yang selalu menjunjung France Football serta Ballon d’Or. Serta ia bohong kembali ini hari dengan benarkan ketidak-adaan saya dari Gala dengan perkiraan karantina yang tak punyai argumen yang terang.”

“Saya selalu mau memberikan ucapan selamat terhadap mereka yang menang, dengan sportivitas serta fair-play yang udah memandu karier saya mulai sejak awal mula, serta saya melaksanakannya lantaran saya tidak menentang siapa saja. Saya seringkali menang buat diri saya sendiri serta buat club yang saya mesebagai wakil, saya menang buat diri saya sendiri serta buat mereka yang menyintai saya. Saya tak menang menentang siapa saja.”

“Nafsu paling besar dalam karier saya merupakan menjadi pemenang gelar nasional serta internasional buat club yang saya mesebagai wakil serta buat timnas di negara saya. Nafsu paling besar dalam karier saya merupakan jadi contoh yang bagus buat seluruhnya orang yang mau jadi pemain sepak bola professional. Nafsu paling besar dalam karier saya merupakan tinggalkan nama saya tercatat dalam tinta emas dalam peristiwa sepakbola dunia.”

“Saya dapat menyelesaikan dengan berkata kalau focus saya udah di laga Manchester United seterusnya serta kesegala soal yang, bersama dengan teman satu club saya serta pemuja kami, masih bisa kami jangkau musim ini. Bekasnya? Bekasnya cuma bekasnya.”

Related Posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments