Donnarumma Raih Penghargaan Kiper Terbaik 2021

Donnarumma Raih Penghargaan Kiper Terbaik 2021

Kiper yang menjadi pemenang penghargaan pemain terunggul saat Piala Eropa 2020 lalu, dipilih jadi juara Yashin Piala di acara pemberian penghargaan Ballon d’Or semalam di kota Paris.

Gianluigi Donnarumma tinggalkan AC Milan serta berpindah ke Paris Saint-Germain pada musim panas 2021, dan sempat mengeluh menit bermain yang kurang lantaran masih tersedianya penjaga gawang penting Keylor Navas. Tetapi penjaga gawang Italia itu bisa lupakan sebentar keluh-kesahnya sehabis dipilih jadi penjaga gawang terunggul 2021.

Donnarumma pula duduki posisi kesepuluh dalam perincian finalis Ballon d’Or 2021 yang bisa dikabarkan beberapa waktu kembali.

Yashin Piala, atau Trophée Yachine ke bahasa Perancis, merupakan penghargaan yang diberi tiap-tiap tahun oleh majalah France Football terhadap penjaga gawang mempunyai performa terunggul dalam tahun kalender itu.

Penghargaan ini diambil dari nama penjaga gawang Rusia (dahulu Uni Soviet) Lev Yashin, hanya satu penjaga gawang dalam peristiwa yang pernah sempat menjadi pemenang penghargaan Ballon d’Or.

Juara untuk penghargaan ini pada 2021 dijalankan oleh beberapa eks juara Ballon d’Or. Penghargaan ini mulai diberi di tahun 2019, dengan penjaga gawang Liverpool Alisson Becker jadi juara pertama kalinya. Seperti sama Ballon d’Or serta Kopa Piala, pemberian penghargaan di tahun 2020 dihentikan lantaran kritis kesehatan.

Prestasi terunggul yang pernah sempat diperoleh Yashin di Piala Dunia merupakan posisi ke-4 pada kontes yang dipertunjukkan serta dimenangi Inggris di tahun 1966. Kenyataannya, meskipun terima penghargaan pribadi amat berpamor, hasil Piala Dunia yang jelek nyaris menyelesaikan karier Yashin saat sebelum waktunya.

Di tahun 1962, Uni Soviet tergusur di perempat final, ditaklukkan 2-1 oleh tuan-rumah Chile. Yashin, yang waktu itu berumur 32 tahun, tidak tampil optimal. 2 gol yang sesungguhnya dapat ditolong olehnya, berperan pada ketidakberhasilannya Uni Soviet serta laporan menyebut jadi kambing hitam.

Di saat club pulang dari Amerika Selatan, beberapa simpatisan yang emosi menyongsong mereka di lapangan terbang. Ada poster-poster ditulis “Yashin waktunya pensiun” serta “Waktunya untuk pensiun”.

Jendela-jendela rumah Yashin diperpecahkan oleh massa yang emosi, banyak pesan olokan serta intimidasi ketinggalan di mobilnya, beberapa surat intimidasi masuk lewat pos. Ia mengatakan beberapa hari berakhir ketidakberhasilannya itu jadi “fase amat pahit di kehidupan sepakbola saya.”

Lev Yashin meninggal di tahun 1990, pada umur 60 tahun, cuman 1 tahun saat sebelum bubarnya Uni Soviet.

Related Posts

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments